Lempang Paji, Elar Selatan - Keterbatasan akses internet tidak menyurutkan semangat siswa dan guru di SMPN 7 Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Demi kelancaran pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), sekolah ini terpaksa memindahkan kegiatan ujian ke sebuah bukit yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi sekolah.
Pelaksanaan ANBK Gelombang 2 untuk jenjang SMP ini berlangsung pada 27 hingga 28 Agustus 2025. Pihak sekolah mengambil langkah ekstrem ini karena koneksi internet di lingkungan sekolah sangat tidak memadai. Kepala SMPN 7 Elar, Bapak Yeremias Seleman, S.Pd.,Gr., menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah berbagai upaya untuk mendapatkan jaringan internet yang stabil di sekolah tidak membuahkan hasil.
"Kami sudah mencoba berbagai cara, tapi di sekolah sinyal internet sangat lemah. Ujian ini sangat penting, jadi kami harus mencari solusi agar siswa bisa melaksanakannya tanpa kendala teknis," ujar Pak Yeremias.
Lokasi bukit yang dipilih menjadi "ruang ujian" dadakan ini memiliki sinyal internet yang lebih kuat dan stabil. Meski harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki dan membawa peralatan komputer, para siswa dan guru terlihat antusias dan bertekad menyelesaikan ANBK.
Hari Pertama ANBK Berjalan Lancar
Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMP Negeri 7 ELAR pada hari pertama berjalan lancar dan sukses, meskipun menghadapi tantangan teknis berupa koneksi internet yang kurang stabil. Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa dari kelas VIII. Asesmen ini dibagi menjadi 2 sesi, dimulai pukul 07.30 WITA hingga 12.50 WITA. ANBK hari pertama ini mengujikan Literasi Membaca dan Survei Karakter.
Berkat persiapan matang dan koordinasi yang baik, hambatan internet dapat diatasi dengan sigap. Tim teknis sekolah, yang dipimpin langsung oleh Bapak Metodius Sampang, S.Kom dan Proktor Bapak Dean Super Tule, S.Pd., berhasil memastikan semua peserta dapat menyelesaikan ujian tanpa kendala berarti.
"ANBK hari pertama berjalan dengan baik. Syukur kepada Tuhan, meskipun internet sempat tersendat, tim teknis kami berhasil mengatasinya sehingga semua peserta dapat mengikuti ujian hingga selesai," ujar Pak Dean.
Senada dengan itu, Pak Tody menjelaskan bahwa kendala teknis adalah hal yang umum terjadi, namun kesiapan dan pengalaman sekolah dalam menghadapi ujian berbasis komputer sangat membantu. "Kami selalu siap menghadapi masalah seperti ini. Kesiapan teknis dan mental para guru dan siswa adalah kunci kelancaran pelaksanaan ANBK," tambahnya.
Salah satu siswa, Maria Tiara Sangu, mengaku awalnya merasa aneh harus ujian di tempat terbuka, namun ia senang karena ujian berjalan lancar. "Memang capek jalan ke sini, tapi di sini internetnya cepat. Kami jadi bisa fokus mengerjakan soal tanpa takut jaringan terputus," katanya.
Pelaksanaan ANBK akan berlanjut besok dengan materi Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar, di mana para guru dan siswa berharap kondisi internet akan lebih stabil. Sekolah berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini.
Meskipun ANBK SMPN 7 ELAR dilaksanakan di hutan namun tata tertib pelaksanaan tetap dipatuhi. Apa pagi Asesmen ini diawasi langsung oleh pengawas ruang yang berasal dari SMPN 1 ELAR yaitu Bapak Timateus Tob, S.Pd., dan Bapak Sudarson, S.Pd.
Peristiwa ini menyoroti masih banyaknya tantangan infrastruktur digital, terutama di wilayah pelosok, yang menjadi kendala serius dalam pelaksanaan program-program pendidikan berbasis teknologi. Meskipun demikian, semangat juang para pendidik dan siswa di SMPN 7 Elar menjadi contoh nyata dedikasi tinggi demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
Semoga cerita ini bisa menginspirasi dan membuka mata banyak pihak tentang tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan kita.
Mr.Yes

